akutansi manajemen

Akutansi manajemen

Pengertian Akutansi Manajemen

definisi manajemen akutansi
pict by google

Akutansi manajemen memiliki arti sebagai sistem akutansi yang tujuan awalnya adalah menyajikan laporan keuangan untuk kepentingan pihak internal perusahaan seperti:

  • manajer produksi
  • Manajer keuangan
  • Manajer pemasaran
  • dan pihak-pihak internal lainnya.

Informasi akutansi manajemen adalah suatu pedoman yang sangat berguna untuk mengambil suatu kebijakan untuk masa yang akan mendatang, diikuti dengan dasar data historis dari laporan keuangan.

Pengertian Akutansi Manajemen Menurut Ahli

akutansi manajemen menurut ahli
pict by google

Akutansi manajemen ialah salah satu bidang akutansi yang memiliki tujuan dalam menyajikan hasi-hasil laporan yang bertujuan untuk kepentingan pada pihak internal (perusahaan) dalam menjalankan suatu proses manajemen yang terdiri dari:

  1. perencanaan
  2. pengorganisasian
  3. pengarahan
  4. dan pengendalian

Beberapa sumber telah mengemukakan mengenai penjelasan maupun definisi akutansi manajemen dengan berbagai macam pengertian, namun semuanya tetap memiliki tali benang merah yang sama.

Akuntansi manajemen memfokuskan diri dalam memberikan informasi keuangan guna keperluan internal manajemen perusahaan.

Akuntansi manajemen juga berhubungan dengan kumpulan  informasi-informasi yang berkaitan dengan sistem perusahaan dalam memberikan manfaat pada pemakai laporan keuangan, yang khususnya itu adalah para anggota perusahaan, hal itu dilakukan sebagai dasar pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan.

Informasi tersebut juga digunakan untuk melihat/menilai seberapa besar hasil yang telah didapat dari aktivitas sebuah perusahaan.

Apakah itu untuk membuat atau melaksanakan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengendalian atau pengembilan keputusan tentang semua hal yang berhubungan dengan kebijakan yang menyangkut dengan masa depan perusahaan.

Akuntansi manajemen merupakan suatu proses identifikasi, pengukuran dalam melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian sebuah keputusan yang tegas dan jelas bagi masing-masing manajemen perusahaan.

1. Halim dan Supomo [2000:3]

Akutansi manajemen menurut Halim dan Supomo ini diartikan sebagai sebuah aktivitas yang bisa menghasikan informasi keuangan dalam manajemen dengan bentuk sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen.

2. Mulyadi [2001:2]

Menurut Mulyadi akutansi manajemen memiliki pengertian sebagai sebuah hasil informasi keuangan yang dapat dihasilkan oleh beberapa tipe akutansi manajemen, yang telah dimanfaatkan oleh pemakai intern entitas.

3. Charles T. Homgren

Akuntansi manajemen (Management Accounting) adalah proses:

  • identifikasi
  • pengukuran
  • akumulasi
  • analisa
  • penyiapan
  • penafsiran
  • dan komunikasi tentang informasi yang membantu masing-masing eksekutif untuk memenuhi tujuan organisasi.

4. Chartered Institute of Management Accountants – (CIMA)

Akuntansi manajemen adalah:

“proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi, dan komunikasi informasi yang digunakan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi dan pengendalian dalam suatu entitas dan untuk memastikan sesuai dan akuntabilitas penggunaan sumber daya tersebut. Akuntansi manajemen juga meliputi penyusunan laporan keuangan untuk kelompok non-manajemen seperti pemegang saham, kreditur, badan pengatur dan otoritas pajak”

Siapa Saja Pihak-Pihak yang Membutuhkan Akutansi Manajemen?

a. Manajer Keuangan

Manajer keuangan menjadi satu bidang yang sangat membutuhkan akuntansi manajemen untuk dapat memperoleh suatu informasi perusahaan secara lebih dan yang berkaitan dengan modal kerja, beban biaya, tingkat pengembalian investasi, tingkat pengembalian modal, dan berbagai macam jenis keuangan lainnya.

b. Manajer Produksi

Membutuhkan data informasi mengenai rincian biaya harga pokok produksi seperti total biaya produksi, biaya per unit produk, beban tenaga kerja langsung, serta biaya overhead lainnya yang secara langsung berperan dalam proses produksi.

c. Manajer Pemasaran

Manajer pemasaran membutuhkan data informasi dari akutansi manajemen dalam seluruh komponen biaya yang berkaitan dengan penetapan harga jual produk, penentuan sistem penjualan secara kredit atau tunai, beban komisi penjualan, marketing fee, serta informasi nilai diskon untuk penjualan produk tertentu dalam rangka peningkatan volume penjualan.

Oleh karena itu sebuah perusahaan harus dapat melaksanakan  akuntansi manajemen dalam suatu pengelolaan keuangan untuk memenuhi semua kebutuhan perusahaan.  Agar lebih mudah dalam menjalankanya, kita dapat menggunakan  software akuntansi online seperti Jurnal untuk memenuhi kebutuhan manajemen akuntansi perusahaan. Dengan menggunakan bantuan jurnal itu dapat memberikan berbagai fitur kemudahan dalam pengelolaan keuangan dan memberikan berbagai informasi keuangan yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan.

Fungsi dan Penerapan Akutansi Manajemen

fungsi akutansi manajemen
pict by google

Untuk mengenali akutansi manajemen lebih dalam lagi, maka berikut ketahuilah beberapa fungsi dan penerapan akutansi manajemen yang ada didalam suatu perusahaan.

a. Menghasilkan Informasi Keuangan

Perusahaan memiliki tujuan dalam menghasilkan informasi keuangan untuk kepentingan manajemen atau pihak internal dalam perusahaan. Informasi keuangan dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan pengambilan suatu keputusandan untuk menialai hasil yang telah dicapai.

Misalnya dalam Departemen Produksi, manajer di bagian produksi tersebut akan lebih membutuhkan data akutansi manajemen yang berkaitan dengan rincian biaya produksi, seperti berapa harga pokok suatu produk, hingga informasi detail mengenai harga produk per unit.

Akutansi manajemen nantinya juga bisa digunakan sebagai panduan sebuah perencanaan operasional yang berkaitan dengan beberapa banyak biaya yang telah atau akan overhead yang sekiranya harus dibayarkan demi menunjang suatu operasional perusahaan.

b. Mengidentifikasi, Mengukur, serta Melaporkan Informasi Keuangan

Pengidentifikasi, pengukuran dan melaporkan informasi keuangan dalam bentuk suatu laporan keuangan yang sistematis, transparan dan detail ini sangat dibutuhkan dengan kemungkinan adanya suatu penilaian dan keputusan yang jelas, tegas bagi pihak manajemen yang telah menggunkana suatu informasi tersebut.

Dimana titik sentral yang dimiliki oleh pihak-pihak dalam suatu organisasi perusahaan tersebut, biasanya terdiri dari:

  1. Kalkulasi biaya produk
  2. Kalkulasi biaya suatu kegiatan
  3. Kalkuasi biaya suatu departemen

c. Menyajikan suatu Laporan sebagai satu Kesatuan Usaha

Penyajian laporan ditujukan untuk sebuah kepentingan pihak internal dalam rangka menjalakan sutu proses manajemen yang meliputi perencanaan, perorganisasian, pengarahan, serta pengendalian.

Peran Akutansi Manajemen dalam Koroprasi

peran akutansi manajemen
pict by google

Konsisten dengan peran lain dalam sebuah korporasi membuat akuntansi manajemen memiliki hubungan sebagai pelaporan ganda. Sebagai mitra strategis dan penyedia keputusan yang didasarkan oleh informasi keuangan dan operasional, akuntansi manajemen juga bertanggung jawab untuk mengelola tim bisnis, dan pada saat yang peran akutansi manajemen juga memiliki peran yang sama dalam menyediakan semua hubungan antar laporan dan tanggung jawab untuk mengorganisasikan keuangan korporasi.

Selai itu kegiatan akuntansi manajemen juga dapat memberikan informasi bisnis yang didalamnya termasuk peramalan dan perencanaan, analisis varians, pengkajian dan pemantauan biaya yang telah melekat pada bisnis adalah orang yang memiliki akuntabilitas ganda untuk sebuah tim keuangan dan bisnis.

Akutansi Manajemen Tradisional vs Praktik Inovatif

akutansi manajemen tradisional dan inovatif
pict by google

Pada tahun akhir 1980-an, para praktisi akutansi dan para ilmuan dikecam keras dengan alasan bahwa praktik akutansi manajemen tradisional telah mengalami radikal dalam lingkungan bisnis jika dibandingkan dengan 60 tahun sebelumnya.

Lembaga akutansi profesional atau inovatif memberikan pernyataan bahwa akutansi manajemen akan semakin dilihat sebagai sesuatu yang tidak berguna dalam organisasi bisnis, sehingga kemudia dapat menciptakan sumber daya untuk sebuah pengembangan keterampilan yang lebih inovatif yang ditetapkan untuk sebuah akutansi manajemen.

Sedangkan untuk perbedaan antara praktik akutansi “tradisional” dan praktik akutansi “inovatif” ini dapat digambarkan dengan mengacu pada suatu teknik pengendalian biaya.

Berikut diatas adalah penjelasan lengkap mengenai akutansi manajemen, semoga bermanfaat. Terimakasih 🙂

 

 

Tinggalkan Balasan